Dialog Publik Ansor Tidore: ISNU, KNPI, dan Pemda Satu Meja Bahas Peran UMKM Lokal
FOTO: Ket: Ketua KNPI (Kiri) , Ketua ISNU (Tengah) dan Sekretaris Disperindagkop Tikep (Kanan).

TIDORE - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar dialog publik bertema "Menakar Peran UMKM Lokal dalam Menopang Visi Pembangunan Ekonomi Daerah" di Tong Coffee Kelurahan Tuguwaji, Sabtu (06/02/2026). Kegiatan ini mempertemukan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Tikep, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tikep dan pemerintah daerah dalam satu meja diskusi untuk membedah secara kritis peran UMKM lokal.

Dialog publik tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan perspektif akademik, kepemudaan, dan kebijakan pemerintah dalam melihat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. diskusi ini menyoroti berbagai persoalan klasik UMKM, mulai dari keterbatasan akses permodalan, lemahnya pendampingan usaha, hingga minimnya keberpihakan kebijakan.

FOTO: Foto bersama peserta dialog

Ketua ISNU Tikep Muhammad Julham dalam pemaparannya, menegaskan bahwa UMKM lokal harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar pelengkap kebijakan. Menurutnya, penguatan UMKM membutuhkan pendekatan berbasis kajian dan data agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

IKLAN

“UMKM kita ini kuat di potensi, tapi lemah di sistem. Di sinilah peran akademisi dan kaum intelektual untuk mendorong kebijakan yang berbasis riset, bukan sekadar asumsi. Jika UMKM ingin menjadi penopang ekonomi daerah, maka harus ada roadmap yang jelas dan berkelanjutan,” Tegas Julham.

Sementara itu, Ketua KNPI Tikep Mansyur Djamal, menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam ekosistem UMKM lokal. Pemuda dinilainya tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga agen inovasi yang mampu mendorong UMKM beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk digitalisasi dan pemasaran yang kreatif dan inovatif.

“UMKM hari ini tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Pemuda harus masuk, membawa gagasan baru, teknologi, dan jejaring. Pemerintah daerah juga perlu membuka ruang lebih luas agar UMKM yang dikelola anak muda mendapat akses dan kepercayaan,” Ujarnya.

Sedangkan Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Tikep (Disperindagkop), Andi Kirana, SE mengatakan bahwa dialog ini dipandang sebagai masukan penting dalam menyusun dan mengevaluasi kebijakan ekonomi lokal.Pemerintah mengakui bahwa UMKM masih menghadapi banyak tantangan struktural, namun komitmen untuk memperkuat sektor ini terus didorong melalui berbagai program.

"Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Forum seperti ini penting agar kami mendengar langsung aspirasi masyarakat, akademisi, dan pemuda, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan UMKM di lapangan,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan Bahwasannya kreativitas dan Konsistensi menjadi hal yang paling penting untuk mendorong kemajuan UMKM itu sendiri sebab Kota Tidore Kepulauan dengan geografis kepulauan, budaya kuat, kaya akan rempah, kelapa, perikanan & pariwisata sebagai potensi usaha, maka UMKM Kota Tidore Kepulauan harus bisa mandiri, berdaya saing, inovatif, dan berjiwa wirausaha, berbasis potensi lokal dan berorientasi pasar.

"Rintislah usaha dengan fokus mengubah pola pikir dari (sekadar bertahan) menjadi (tumbuh & berkembang),Go UMKM Kota Tidore Kepulauan, dari Lokal untuk Global" ,tambahnya.

Menutup rangkaian dialog, Ketua Gp Ansor Tikep Jafar Noh Idrus menegaskan, bahwa isu UMKM dan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari orientasi perjuangan Ansor di tingkat nasional hingga lokal.

Orang nomor satu di Gp Ansor Tikep ini menegaskan bahwa, Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan instrumen ekonomi kader yang telah disiapkan secara struktural, yakni Badan Usaha Milik Ansor (BUMA Ansor) dan Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang) Ansor, sebagai wadah konsolidasi dan penggerak ekonomi kader serta UMKM lokal.

“BUMA Ansor dan Nahdlatut Tujjar Ansor bukan simbol organisasi, tetapi alat perjuangan ekonomi. Keduanya kami dorong sebagai ekosistem usaha yang saling menopang, memperkuat distribusi, dan membuka ruang kolaborasi agar UMKM lokal menjadi tuan di daerahnya sendiri,” Ujar Jafar.

Melalui dialog publik ini, Gp Ansor Tikep berharap terciptanya sinergi konkret lintas elemen dalam mendorong UMKM lokal yang berdaya saing. Hal ini dinilai penting karena pembangunan ekonomi daerah harus berpijak pada kekuatan lokal, dengan UMKM sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap dalam wacana pembangunan. (Red/Mediasi Tikep)

Editor: Ilham/Ilos
Redaksi Mediasi Media Center
301 Views