Fardi Hamid Dorong Muscab ISNU Jadi Forum Produksi Rekomendasi Kebijakan
FOTO: Fardi Hamid, S.Hut | Calon Ketua ISNU Tikep

TIDORE - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tidore Kepulauan yang dijadwalkan pada 30 Januari 2026, wacana penguatan peran intelektual sarjana NU kembali mengemuka. Muscab dinilai tidak cukup hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi momentum strategis untuk melahirkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Salah satu calon Ketua Pengurus Cabang ISNU Kota Tidore Kepulauan, Fardi Hamid, menilai konsolidasi intelektual sarjana NU perlu ditindaklanjuti secara konkret melalui gagasan kebijakan yang berbasis data, kajian ilmiah, dan realitas lokal.

“ISNU harus menjadikan Muscab sebagai forum produksi rekomendasi kebijakan. Bukan sekadar diskusi normatif, tetapi ruang untuk merumuskan solusi yang bisa diterapkan, terutama dalam mendorong profesionalisme birokrasi dan peningkatan kapasitas masyarakat,” Ujar Fardi Kamis (29/01/2026)

IKLAN

Menurutnya, posisi ISNU berada di persimpangan penting antara dunia akademik dan kebijakan publik. Karena itu, gagasan yang lahir dari Muscab harus mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang aplikatif dan berdampak.

“ISNU perlu tampil sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah, dengan tawaran solusi yang berbasis riset dan nilai ke-NU-an,” katanya.

Fardi yang dikenal dengan jargon FAHAM (Fokus, Aksi, Harmoni, dan Manfaat) menegaskan pentingnya orientasi kerja organisasi yang jelas dan terukur agar kontribusi ISNU benar-benar dirasakan publik.

Muscab ISNU Kota Tidore Kepulauan 2026 rencananya akan dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah ISNU Maluku Utara, akademisi, serta unsur Banom dan Jam’iyah Nahdliyin Tidore lainnya. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi intelektual sarjana NU sekaligus penguatan peran strategis ISNU di tingkat daerah. (Red/Mediasi Tikep)

Editor: Ilham/Ilos
Redaksi Mediasi Media Center
131 Views