TIDORE - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66 Tahun, Komisariat Nuku Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar dialog internal dengan mengusung tema “Dari Cita-cita Sampai Metode”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya refleksi dan penguatan arah gerakan kader, sejalan dengan tema besar Harlah PMII tahun ini, yakni “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”.
Dialog yang berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif ini menghadirkan pembicara Jafar Noh Idrus, mantan Ketua Umum PMII Manado yang kini juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Dalam pemaparannya, Jafar menekankan pentingnya menjaga kesinambungan antara idealisme kader dengan metode gerakan yang relevan di tengah dinamika zaman.
“Cita-cita besar PMII harus tetap menjadi pijakan utama. Namun, tanpa metode yang tepat dan kontekstual, cita-cita itu akan sulit diwujudkan. Kader PMII harus mampu menerjemahkan nilai-nilai dasar organisasi ke dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Jafar.
Ia juga mengingatkan bahwa PMII tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan harus terus beradaptasi dengan perkembangan sosial dan tantangan kebangsaan saat ini.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Nuku, Irfan A. Gani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kader untuk memperdalam pemahaman ideologis sekaligus memperkuat kapasitas gerakan.
“Tema ‘dari cita-cita sampai metode’ kami angkat sebagai bentuk kesadaran bahwa perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga membutuhkan strategi yang matang. Kami ingin kader PMII Komisariat Nuku tidak hanya idealis, tetapi juga solutif dalam menjawab persoalan umat dan bangsa,” ungkap Irfan.
Ia juga berharap melalui dialog ini, kader PMII dapat semakin solid dan memiliki arah gerakan yang jelas, sehingga mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi terbuka yang melibatkan seluruh peserta, menciptakan ruang dialektika yang produktif dan memperkaya perspektif kader terhadap peran strategis PMII di masa depan. (Red/Mediasi Tikep)