Di Hadapan Menhub RI, Wagub Maluku Utara Tegaskan Konektivitas Bukan Sekadar Infrastruktur Tapi Hak Kesejahteraan Rakyat
FOTO: Wagub Malut Sarbin Sehe saat memberikan Pandangan pada Rapat Koordinasi dengan Menhub RI (Sumber Dok :Humas Pemprov Malut)

TERNATE - Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyampaikan aspirasi strategis langsung kepada Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Bandara VVIP Sultan Baabulah, Ternate, Jumat (27/2/2026). Pertemuan ini menjadi panggung bagi Pemprov Malut untuk menegaskan bahwa aksesibilitas transportasi adalah kunci utama keadilan sosial di wilayah kepulauan.

Wagub Sarbin Sehe menyuarakan harapan besar masyarakat Maluku Utara akan transportasi yang lebih terhubung dan merata. Mulai dari penguatan tol laut, subsidi angkutan barang, hingga penambahan rute penerbangan dan pembangunan bandara baru—semuanya diperjuangkan agar akses tidak lagi menjadi hambatan bagi pergerakan ekonomi daerah.

FOTO: Wagub Malut Sarbin Sehe saat Rapat Koordinasi dengan Menhub RI (Sumber Dok :Humas Pemprov Malut)

"Bagi Maluku Utara, konektivitas bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tapi merupakan jalan menuju kesejahteraan. Ini adalah hak rakyat untuk mendapatkan akses yang layak," tegas Wagub Sarbin Sehe di hadapan Menhub.

IKLAN

Merespons penegasan tersebut, Menhub Dudy Purwagandhi mengakui bahwa karakteristik Maluku Utara yang didominasi wilayah perairan menjadikan transportasi laut sebagai "nadi" utama mobilitas masyarakat. Menhub memastikan bahwa kesiapan layanan transportasi laut menjadi perhatian utama pemerintah pusat, terutama dalam menghadapi lonjakan Angkutan Lebaran 2026.

“Kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi prioritas kami. Kami ingin memastikan masyarakat Malut dapat mudik dengan aman dan nyaman,” ujar Menhub Dudy. Dalam pertemuan tersebut, Kemenhub memaparkan sejumlah dukungan nyata untuk Maluku Utara diantaranya:

1.Kuota Mudik Gratis: Dialokasikan sebanyak 7.150 penumpang (sekitar 10,82% dari kuota nasional) yang akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran strategis seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, hingga rute antar-provinsi ke Ambon dan Manado.

2.Kekuatan Armada: Sebanyak 14 kapal laut (Pelni, perintis, dan swasta) serta 13 kapal penyeberangan telah disiapkan untuk melayani puluhan lintasan pelayaran di Maluku Utara.

3. Inovasi Transportasi: Menhub mengungkapkan rencana pengembangan Pesawat Amfibi (Seaplane) dan penguatan Kapal Ro-Ro untuk mempercepat konektivitas logistik antar-pulau di masa depan.

Menhub juga menitipkan pesan penting kepada Pemprov Malut untuk mengawal kelancaran di lapangan, terutama terkait pengendalian kepadatan di dermaga dan pengawasan operasional speedboat rakyat.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus mendorong partisipasi sektor swasta dan BUMN dalam memperkuat ekosistem transportasi di Indonesia Timur, demi mewujudkan Maluku Utara yang lebih maju dan terintegrasi. (Red/Mediasi Tikep)

Editor: Ilham/Ilos
Redaksi Mediasi Media Center
111 Views